Archive for Puisi

Sebesar Itukah Cinta Ini!

09Maret2008 : 12:05:11

Satukah aku dalam hatimu
seperti aku menjadikanmu satu dalam hati ini
masih adakah ragu dalam pilihmu
atau aku masih tak berharga tuk dapatkan murni cintamu

ku ta’ tahu …
apakah rasa ini masih berarti untukmu
aku ingin murni cintamu
aku tak perduli yang lain

aku tak takut dunia mengutuk ku
tuk dapatkan murni cintamu
aku tak takut badai hancur luluhkan jasad ini
asal kudapatkan murni hatimu

maaf jika hati ini kadang masih
meragukan tulus hatimu….
ku coba tuk ikhlas kan rasa ini
ku ingin kau hadir dengan murni cintamu

kasih maaf jika bersamaku tak selalu buat mu bahagia
ku tak dapat janjikan hidup bersamaku
kan buat hari-hari menjadi cerah…
mungkin akan banyak air mata mengalir

tapi percayalah aku kan selalu ada bersama rasa ini
kasih tataplah mata ini…
maka akan kau dapati hari ini atau
saat aku harus meninggalkan dunia ini cinta ini akan tetap ada

untukmu, ya untukmu wanitaku
karena kau adalah cinta terakhirku

Ahmad Ripaih
09Maret2008 / 12:27

KuPilih

Kupilih kau dengan hatikoe yang terdalam
bantu aku tuk tetap mencintaimu
bantu aku tuk tetap ada disisimu
dalam bahagia dan nestapa kita kan selalu bersama

kasih kupilih kau tuk temaniku jalani cerita ini
tanpa penyesalan untuk satu Cinta sejati

Pilihan

Kenpa ini harus terjadi
saat hati telah terpaut pada satu sisi
kenapa pilihan harus selalu datang
atau adakah kehidupan ini tanpa sebuah pilihan

Kau dan Masa Lalu

Kasihku
aKu tak tahu akan masa lalumu
aku tak tahu derita atau bahagia yang kau bawa
Tapi disini aku ada untukmu
disni ku persembahkan satu hatiku yang masih tersisa
Tak dapat kujanjikan hidup bersamaku
kan dapat buatmu selalu bahagia
mungkin ada banyak air mata
BAnyak duka nestapa

Tapi bersamaku kan ku ajarkan bagaimana
menikmati tawa dan air mata……
Aku ingin kita berbagi derita bukan hanya bahagia
DAlam sedihmu aku ada disni
Basahi dadaku dengan airmata mu

Jadikan berarti hadirku disisi mu

Ada Ragu (ADA DAA)

Ada ragu yang kau hadirkan
Dalam tarikan nafasmu
Ada gelisah yang kau selipkan
Ddalam gerakmu
Apa getar hatimu tentangkoe
Adakah harapan ini kan menjadi nyata

Kenapa ini Terjadi

Aku menyusuri letak waktu
Begitu sesak ku jelajah hari-hari
Malam inginku bawa berlari
Dan siang inginku ku usung pergi

Tuhan… Bawa aku beranjak
Aku tak mau disini
Tuhan lepaskan aku
Aku ingin pergi dari semua ini

Aku menyadari sepenuhnya
Aku tak pantas di sini
Mereguk danau kesemuan
Aku tak pantas memeluki bahagia ini

Aku tak punya hati lagi tuk mencinta
Akar jiwaku tlah rapuh
Sungguh tak berartinya hidupku
Hanya berlumur salah dan khilafku

Andai saja waktu bisa kembali
Tak’ kan mungkin ku temui semua ini
Mungkin saat ini
Aku t’lah tersenyum lepas menatap bahagiaku..